Bermain Game

18 Nov 2015, 17:41 WIB | rangga

Atari | Sumber Foto:pixabay

Masih ingat dengan Atari?

Gw masih inget dulu waktu umur 3 tahun gw dibeliin Atari. Permainan game paling laris dijamannya. Setelah itu gw dibeliin Nintendo saat umur gw 6 tahun dan lumayan booming saat itu. Setelah Jaman Nintendo, kemudian ada konsole Sega Mega Drive atau yang kita kenal dengan nama Sega dan gw juga pernah punya. Sebenarnya bersamaan dengan jaman Sega ada namanya Super Nintendo atau nama lainnya Sness kalau nggak salah,Abis Jaman Sega yang pernah gw alamin adalah jamannya Sony Playstation beserta Sega Saturn dan Nintendo 64 dikala itu, namun pasar dominan dimiliki Sony Playstation dikala itu hingga inilah kali pertama Booming Rental PS. Saat itu gw gak punya yang namanya konsol Playstation (PS), hingga beredar PS 2 dan XBox. Gw punya Xbox saat itu. Banyak anak-anak dikala itu meramaikan rental PS diseluruh daerah. Dan hingga saat ini (2015) gw ngalamin Jaman PS3, Nintendo Wii, dan XBox 360 beredar, belum lagi game yang dimainkan di Komputer.

Game memang banyak diminati oleh orang diseluruh dunia, dari anak kecil hingga orang tua sekalipun terbukti dengan besarnya perkembangan game serta perusahaan pabrikannya yang mendunia. Bagi gw, game itu bermanfaat, disitu kita bisa melatih konsentrasi, berfikir (taktik) dan bahkan bersosialisasi (team). Namun jika kita bermain game melebihi waktu yang seharusnya juga nggak bagus.

Oke, kita lihat sejarah Konsol dan game berikut (Sumber :http://www.wadezig.com/2015/konsol-game-dari-masa-ke-masa/) :

Konsol Game Generasi Pertama

Pada tahun 1966, video game mulai memasuki babak awal perkembangannya. Ide-ide kreatif bermunculan, dan sebagian besar dimotori oleh mahasiswa-mahasiswa yang menghabiskan waktu luangnya dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi di kampus. Konsol game Baer yang prototipenya diberi nama Brown Box, kemudian meluncur dengan nama Magnavox Odyssey (Mei 1972), berisi 16 game built-in yang dapat diganti-ganti dengan menggunakan sebuah switch. Terjual sampai 200.000 unit, Magnavox Odyssey tercatat sebagai konsol video game pertama di dunia.

 

Konsol Game Generasi Kedua

Dalam sejarah video game, generasi kedua (biasa disebut sebagai awal era 8 bit atau kurang lebih 4 bit era) dimulai pada tahun 1976 dengan merilis Fairchild Channel F dan Radofin 1292 Advanced Programmable Video sistem. Di era generasi kedua ini yang menjadi primadona konsol game adalah konsol game ATARI ,di antaranya adalah: Fairchild Channel F, Atari 2600, Magnavox Odyssey ver. 2, Atari 5200.

 

Konsol Game Generasi Ketiga

Generasi ketiga dimulai pada tahun 1983 dengan dipasarkannya Japan Family Computer atau lebih dikenal dengan nama FAMICOM (kemudian dikenal sebagai Nintendo Entertainment System di seluruh dunia). Walaupun konsol generasi sebelumnya juga menggunakan 8-bit processor, pada akhir generasi inilah konsol rumah yang pertama kali diberi label oleh mereka “bit.” Di Amerika Serikat, generasi ini di game ini terutama didominasi oleh NES / Famicom. Di era ini pulalah terjadi perang konsol game yang pertama antara perusahaan konsol Nintendo dengan SEGA. Menyoal video game 8-bit, Wadezig! pernah membahasnya di artikel ini.

 

Konsol Game Generasi Keempat

Generasi ini disebut-sebut sebagai “zaman emas” dalam dunia video game. Masa di mana konsol 16-bit muncul dan membawa perubahan drastis pada grafik, tata suara, dan gameplay. Era ini juga kian memanas saat terjadinya persaingan seru antara Sega dan Nintendo. Pada tahun 1990, Sega menggelontorkan Sega Megadrive/Genesis, konsol 16-bit yang memukau perhatian pecinta game, khususnya Amerika. Selanjutnya, Sega merilis game yang akhirnya menjadi maskot Sega, Sonic the Hedgehog (1991). Game ini lagi-lagi mencengangkan para pecinta game, karena game tersebut memiliki grafik dan tata suara yang kualitasnya jauh di atas Super Mario Bros yang merupakan game buatan Nintendo.

Rivalitas yang legendaris, Super NES dan Mario Brothers sebagai ikonnya melawan SEGA Mega Drive dan Sonic the Hedgehog sebagai ikonnya.

 

Konsol Game Generasi Kelima

Era 32-bit dan 64-bit ini diawali dengan penyelenggaraan Electronic Entertainment Expo (E3) untuk pertama kalinya di Los Angeles Convention Center. Inilah ajang hiburan dan game terbesar di Amerika yang masih terus diadakan hingga sekarang. Selanjutnya, Sony merilis Sony PlayStation (1995), diikuti dengan Nintendo 64 (1996). Untuk kali ini, persaingan dimenangkan Sony karena Nintendo memutuskan untuk tidak meng-upgrade ke CD-ROM dan tetap menggunakan cartridge. Tentu saja developer lebih melirik CD-ROM, karena biaya produksi lebih murah dan kapasitas penyimpanan lebih besar. Sega pun merilis Sega Saturn, konsol game yang juga berbasis CD-ROM dan memiliki delapan prosesor. Sayang, konsol ini harus tersingkirkan oleh dominasi Nintendo dan Sony.

 

Konsol Game Generasi Keenam

Generasi keenam dibuka dengan peluncuran konsol terakhir Sega, Dreamcast (1999). Konsol unik ini memiliki fitur game online, dan merupakan konsol game 128-bit pertama. Sayang, Sega gulung tikar dan memutuskan untuk hengkang dari dunia konsol game dua tahun berikutnya. Pada tahun 2001, Sony menggeber PS2, disusul Nintendo dengan GameCube-nya. Kali ini, keduanya menuai kesuksesan yang hampir berimbang, meskipun PS2 masih menduduki peringkat teratas. Pada era ini, Nintendo juga mengeluarkan dua konsol genggam, yaitu Gameboy Advance, dan Nintendo DS, handheld terbaru Nintendo yang berlayar ganda dan memiliki fitur online serta touch sensitive. Sony pun mengeluarkan versi ekonomis dari PS, yaitu PSone. Lalu, mereka memproduksi handheld pertamanya, PlayStation Portable (PSP) yang hingga saat ini terus membayangi kesuksesan Nintendo DS.

 

Konsol Game Generasi Ketujuh

Microsoft telah menggeber XBox 360, sementara itu Sony dan Nintendo dengan PS3 dan Wii. Pada generasi ketujuh ini konsol game memiliki grafis 3D yang sangat real. selain itu juga pada generasi ini konsol game juga menggunakan fitur-fitur yang ada di komputer, seperti wifi dan koneksi internet. Sehingga memungkinkan masing-masing device saling terhubung dan para pengguna bisa bermain secara multiplayer walaupun terpisah ruang.

 

Konsol Game Generasi Kedelapan

Di generasi kedelapan, konsol game semakin canggih dengan berbagai dukungan sensor hingga hadirnya fitur-fitur yang tidak hanya mampu sebagai konsol game, namun juga mampu sebagai Multimedia-Machine. Seperti Microsoft XBOX-One dengan Sensor Kinect , Nintendo Wii-U dengan sensor Wii Remote dan Playstation 4 dengan Sensor Playstation Move.

 

Ya segitulah sejarah konsol game dengan kutipan yang gw ambil dari "http://www.wadezig.com/2015/konsol-game-dari-masa-ke-masa/" yang semoga bermanfaat bagi semuanya.

Sebenarnya gw sendiri hingga saat ini masih suka main game, tapi bukan game yang berat-berat saat ini, tapi hanya main game yang ringan seperti game fighting ringan, kartu, block, balapan dan olahraga. karena seperti hal diatas yang gw tulis, jadi game hanya menjadikan diri gw refreshing dari hal-hal atau kepenatan bekerja dan lainnya.

Jadi bijaklah dalam bermain game, pelajarilah game yang akan kita mainkan, apakah game tersebut cocok untuk anak kecil, dewasa maupun orang tua. Dampingi selalu anak anda atau saudara kecil anda dalam bermain game dan ajari mereka hal-hal yang boleh atau tidaknya. Semoga game yang kita mainkan tersebut menjadi manfaat ketimbang hal buruk.

Reporter : Rangga
Sumber : Rangga