Fix Mindset dan Growth Mindset

24 Okt 2018, 05:48 WIB | Editor : Rangga

Fix Mindset dan Growth Mindset

 

Ini cerita orang dalam dari Apple tentang jurnalis yang akan me-wawancarai Steve Jobs dan harus menunggu selama 3 jam lamanya, dimana karena lamanya menunggu Steve Jobs membuat jurnalis tersebut udah BT duluan.

Setelah mewawancarai Steve Jobs, jurnalis tersebut menulis laporannya dengan objektif, dimana hasilnya adalah Steve Jobs adalah golongan orang yang tidak cerdas.

Pada saat dia SMU, Indeks Prestasinya hanya 2,65 dimana hal tersebut tidak terlalu brilian seperti pandangan kita terhadap beliau saat ini.

Jika kita mendengar cerita dulu sebelum Steve Jobs terkenal, mungkin kita akan menganggap bahwa Steve Jobs adalah orang yang rata-rata. Tapi setelah kita mendengar sekarang saat Steve Jobs terkenal, ada pandangan dari diri kita adalah tidak ada relevansinya antara IPK tinggi dengan karya yang telah dibangun seseorang.

Intinya bahwa dampak lebih pentik dari IPK dan Ijazah.

Ada 2 jenis mindset, yaitu Fix Mindset yaitu mindset tetap adalah orang terlalu bangga dengan ijazah dan gelar yang didapatkan.

Dan Growth Mindset yaitu orang yang menganggap bahwa gelar dan ijazah adalah langkah kemarin, yang penting adalah langkah masa depannya yaitu dampak melakukan dalam menciptakan suatu karya.

Namun sekarang ini di Perguruan Tinggi sudah terbentuk Mindset dengan Nama Besar Perguruan Tinggi serta hasil yang terbaik gelar yang tinggi pasti akan berhasil dan ini merupakan perangkap dalam penjara pikiran, padahal IPK dan gelar tinggi belum tentu dapat di aplikasikan kedalam kehidupan berikutnya seperti dunia kerja dan lainnya.

Jika kita memiliki anak yang pandai, pasti kita akan sangat senang, namun kita akan sangat gelisah ketika anak kita pandai, gelar tinggi memiliki fix mindset yang menganggap bahwa gelar adalah jejak sejarah yang paling penting.

Carol Greek adalah seorang pakar perilaku mengatakan bahwa kita sangat membutuhkan orang pandai yang belum selesai yang artinya orang pandai yang selalu membutuhkan proses selanjutnya untuk menempa hidupnya sendiri.

Karena orang fix mindset adalah orang yang tidak mau menghadapi tantangan, orang yang menganggap kerja keras itu membuang-buang waktu, orang yang menganggap kritikan orang lain adalah hal yang tidak penting, dan menganggap orang sukses adalah ancaman buat dirinya. Orang seperti ini biasanya arogan dan tidak mau berhubungan dengan orang lain dalam hal kinerja, selalu menutup diri karena merasa pintar dibandingkan orang lain.

Berbeda dengan orang yang memiliki Mindset bertumbuh (Growth Mindset) yaitu orang yang selalu belajar tanpa mengenal waktu untuk menambah kepiawaiannya karena menganggap dirinya belum apa-apa, selalu berusaha bekerja keras karena menganggap adalah bagian dari perjuangan, masukan-masukan dari orang lain dijadikan pecutan bagi dirinya untuk menjadi lebih baik lagi, orang-orang pandai tidak dijadikan ancaman bagi dirinya namun dijadikan teman untuk belajar dan berkembang, tidak menutup diri akan masukan-masukan orang lain.

Jadi orang yang memiliki Growth mindset inilah yang kita butuhkan.