Ketidakpastian, Mungkin, Syukuri

05 Nov 2018, 03:34 WIB | Editor : Rangga

 

1 pertanyaan namun jawabnya beraneka ragam yang penuh ketidak pastian.

Manusia itu penuh ketidak pastian, yang memiliki kepastian adalah hanya Allah SWT.

Daripada kita dalam ketidak pastian, lebih baik kita ganti dengan kata “Mungkin”, yang memiliki berbagai macam makna, yaitu dengan kata mungkin bisa jadi itu adalah sesuatu yang pasti / lebih baik atau bisa jadi sesuatu yang tidak pasti. Mungkin yang artinya juga bisa juga Insya Allah, namun saat ini kita bicara tentang Mungkin secara duniawi.

Ketika ada orang yang meramal dengan ramalan yang buruk tentang diri kita, pastilah kita tidak senang mendengarnya. Namun jika ada suatu tulisan tentang horoskop bintang kelahiran kita yang mana mengatakan tentang keperuntungan kita ditahun ini-bulan ini-minggu ini-hari ini, maka pastinya kita akan senang membacanya. Padahal kita tidak perlu mempercayakan apa itu yang namanya ramalan.

Karena kepastian adalah milik Allah, kita hanya menjalankan apa yang diberikan pada kita, hidup kita ini baiknya kita isi dengan apa yang Allah berikan kepada kita.

 

Ada satu ilustrasi yaitu :

Ada seorang pemuda bernama Julian, dia memiliki orang tua dan 3 orang kakak laki-laki. Didesa mereka dijangkiti wabah penyakit, dan 2 kakaknya meninggal akibat wabah penyakit tersebut. Tidak lama kemudian kakaknya yang terakhir juga terjangkit penyakit dan dalam keadaan kritis. Akhirnya Bapak-Ibu berkeinginan pindah dari desa tersebut untuk menghindari wabah penyakit tersebut. Julian ditanya apakah ingin ikut, dan Julian tidak ingin ikut dan hanya ingin menjaga kakaknya yang sedang sakit tersebut. Julian pun tinggal didesa dan Bapak-Ibunya perdi dari desa tersebut. Beberapa bulan kemudian bapak-ibunya penasaran dengan bagaimana nasib kedua anaknya, dan bapak ibunya pun kembali kedesa yang lama setelah mendengar bahwa masa wabah tersebut telah usai. Ternyata Julian masih sehat saja dan kakaknya semakin membaik keadaannya.

Jadi dapat disimpulkan dari cerita tersebut adalah Kepastian hanya milik Allah. Manusia hanya bisa berusaha dalam ketidakpastian.

 

Ketika kita di ejek orang bahwa kita bodoh, kita malas, kita jelek. Sebaiknya jangan menjadikan kita terpukul, tapi jadikan koreksi diri kita dan jangan mengindahkan apa yang dikatakan orang terhadap diri kita, karena kita  juga tidak tahu kehidupan kita kedepan akan menjadi seperti apa.

Dari situ kitapahami bahwa Kepastian lagi-lagi Milik Allah.

 

Ada satu lagi ilustrasi yaitu :

Nick Vujicic dilahirkan di sebuah rumah sakit di kota Melbourne, Australia, pada tanggal 4 Desember 1982. Orangtuanya bernama Duska dan Boris Vujicic. Ayahnya seorang pemuka agama dan programmer komputer, sementara ibunya seorang perawat.

Meskipun ia adalah bayi yang sehat, ia lahir tanpa lengan dan kaki, namun memiliki dua kaki kecil dan salah satunya memiliki dua jari kaki. Nick Vujicic memiliki dua saudara kandung, yaitu Michelle dan Harun.

Orangtuanya sangat terkejut ketika melihat keadaan putra mereka yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki. Menurut dokter yang menanganginya, Nick terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Untung saja Nick mempunyai orangtua yang sangat luar biasa, mereka membesarkan Nick dengan rasa cinta yang teramat besar.

“Kondisi tubuh saya adalah karunia” kata Nick dengan lantang. Pada waktu berusia 9 tahun Nick pernah protes kepada Tuhan dan pada umur 12 tahun Nick malah pernah ingin bunuh diri. Namun segalanya berubah, pada saat usia Nick Vujicic mencapai 13 tahun, Ibunya memperlihatkan sebuah koran yang memuat artikel tentang seseorang yang mampu mengatasi ketidakmampuannya sendiri.

 

“Dan itu membuka pikiran saya, bahwa mungkin saya bukan satu-satunya orang yang menderita. Saya mulai melihat ini sebagai berkat, dan saya melihat hidup saya bukan setengah kosong melainkan setengah penuh. Saya tidak tahu berapa penuh, tapi saya melihat kekurangan ini sebagai karunia.” papar pria ini.

Pada usia 17 tahun ia mulai mendirikan lembaga amal. Ia kemudian kuliah dan berhasil meraih gelar Bachelor of Commerce di bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan. Sejak itu Vujicic memulai karirnya sebagai pembicara dan motivator handal dengan fokus pada isu-isu remaja, kecacatan, dan rohani Kristen. Sampai saat ini, ia telah mengunjungi lebih dari 40 negara di lima benua.

Nick bertemu dengan wanita cantik bernama Kanae Miyahara pada tahun 2008, menikahinya pada tahun 2012 dan mendapatkan bayi laki-laki bernama Kiyoshi, setahun kemudian.

 

Dari kisah Nick tersebut, bisa dipetik hikmahnya, kalau Tuhan itu Maha Adil, Maha Pasti, dan Maha segalanya. Tanpa Melihat Agama, Status, Warna kulit orang, Allah maha pemberi segalanya.

Kekurangan fisik belum tentu selamanya hidup seseorang akan buruk, begitu juga sebaliknya, memiliki fisik normal juga belum tentu bisa hidup bahagia. Tapi bagaimana tentang kita bermanfaat bagi orang lain.

 

 

Apa yang kita cari tentang kesuksesan yang tidak hanya untuk orang yang sempurna saja. Kegagalan masa lalu pun , pasti mempunyai peluang untuk sukses kedepannya. Apapun yang kita lakukan harus optimis. Kesuksesan apa yang ingin kita raih? Duniawi/ akhirat? Yang lebih tepat adalah kesuksesan bagi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya dan Tuhan. Tidak semerta harus kaya raya, punya segalanya. Dan jangan pesimis dengan ketidak mampuan atau tidak memiliki harta, modal, karir, link. Jadi apapun kita, kita harus sukses dengan cara kita.

 

Sumber : All Websites