Soal Investasi

04 Okt 2015, 12:49 WIB | gadmin

Ngomong-ngomong soal investasi, kalau rata-rata orang yang gue tanya nih… Mereka rata-rata investasi di properti, logam mulia atau deposito. Masing-masing dari investasi tersebut ada kekurangan dan kelebihannya. Contohnya property, investasi ini gak bisa diambil sama orang-orang yang kantongnya pas-pas an. Dan kalaupun sedikit nekat, bisa ngajuin KPR sih. Lo tinggal bayar angsurannya tiap bulan dalam jangka waktu 5 -15 tahun. Namun, investasi jenis property bukanlah jenis harta yang mudah diuangkan jika lo butuh duit. Jadi, kalau lo memilih investasi property, pastikan lo juga punya tabungan cadangan kalau sewaktu-waktu ada urusan mendadak. Jangan seluruh penghasilan lo, lo investasiin ke property.

Berikutnya investasi emas atau logam mulia. Dari tahun ketahun harga emas ngga pernah turun. Kalaupun misalnya ditahun ini harganya sempet turun, tapi ditahun depannya bisa jadi naik lagi. Contohnya aja, nyokap gue dulu pernah cerita dia beli emas di tahun 1986 harganya masih Rp. 19.415/gram dan lo tau sekarang harga emas berapa? Rp. 525.000/gram. Dari tahun 1986 sampe 2015 gue itung 29 tahun tuh. Gue jujur ngga tau caranya ngitung persentase kenaikan setiap tahunnya. Tapi yang pasti, harga emas selalu naik dari tahun ketahunnya. Untuk kita-kita yang karyawan, investasi emas cukup mudah. Apalagi buat ibu-ibu yang sering gelap mata kalau ada info SALE. Sebaiknya penghasilan bulanannya buru-buru disisihin dulu untuk ditabung dalam bentuk emas ini. Keuntungan pertama, harga emas selalu naik, kedua kalau lagi butuh uang, emas dapat digadaikan atau mudah diuangkan.

Namun investasi emas ini bukannya tanpa resiko. Bagi ibu-ibu yang suka teledor nyimpen barang, mending sedikit berpikir ulang. Karena bisa jadi saking pengen hati-hati nyimpen, kita sampe lupa naro dimana. Kalau nyimpen dirumah, pastikan tempat tersebut aman. Karena, barang tersebut rentan rampok atau maling. Simpenlah ditempat-tempat yang tidak mudah ditebak oleh maling.

Contohnya emas bisa disimpen ditempat ibu nyimpen bumbu dapur. Tapi hati-hati jangan sampe kemasak ya…. (Saran ngaco ala emak-emak. Hahahaha) intinya, kalau kita sadar kalau kita pelupa, emas bisa disimpen diinstansi-instansi yang menyediakan jasa penitipan. Kaya tempat pegadaian atau di bank. Tapi resikonya, jeng harus ngeluarin ongkos tambahan untuk biaya penitipan ini.

Oiya, pastikan juga setiap emas atau logam mulia yang jeng beli semua ada surat-suratnya atau bersertifikat. Karena, ada temen gue pernah cerita kalau dia beli emas bermata berlian dari temennya satu set (berisi kalung, anting dan cincin) seharga Rp. 6.000.000 dengan dicicil selama 6 bulan dengan bunga 0%. Untuk 1 set perhiasan, harga segitu kerasa murah banget, apalagi bisa dicicil 6 bulan. Please jangan tergiur dengan harga murah. Pastikan terlebih dahulu perhiasan tersebut bernilai sesuai dengan harganya dengan menunjukan sertifikat keterangan karat dari emas dan mutu berliannya.

Singkat cerita, karena beli dari temen, temen gue itu percaya aja dengan kata-kata temennya yang bilang, sertifikatnya ada dan hal-hal manis lain sebagai iming-iming. Setelah cicilan berjalan beberapa bulan dan barang sudah ditangan tanpa ada sertifikat, temen gue itu lagi butuh duit dan coba menaksir harga perhiasannya ke pegadaian. Ternyata emas terbuat dari emas muda dan kualitas berlian berasal dari berlian remuk yang harga se ons nya Cuma 5000 perak. Ditotal-total harga emas satu set perhiasan cuma bernilai Rp. 2.500.000. Temen gue itu sampe lemes pas dikasih tau sama petugas penaksir harga.

Jadi ibu-ibu, berhati-hatilah jika berniat berinvestasi ke emas, logam mulia atau batu-batuan mulia. Pastikan jeng ngerti barang. Kalaupun ngga ngerti, minimal pastikan ada sertifikat yang sah nya. Jangan sampai pertemanan yang sudah terjalin baik, jadi rusak gara-gara investasi bodong ini.

Kalau deposito, jujur gue belum begitu paham dengan prisnsip kerja deposito ini. Saran gue sih, jangan pernah invest uang ibu-ibu ke hal-hal yang belum paham mengenai untung ruginya. Lebih bijaklah dalam mengelola keuangan. Karena kita-kita ini adalah menteri keuangan Negara yang dipimpin oleh suami-suami kita. Ditangan kita-kita inilah nasib kemajuan dan kerukunan bangsa dipertaruhkan.

Salam super untuk para menteri keuangan keluarga. Be positif, be smart and be careful.

 

Created by: Mega Maharani

Reporter : Mega
Sumber : Mega