Bekerja

07 Okt 2015, 17:12 WIB | rangga

Terkadang, ketika gw terbangun dari tidur, rasanya badan pada pegal, pada nyeri, pada sakit. Berat sekali untuk beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi atau menuju penyimpanan tas / dokumen kerja. Terkadang rasanya jenuh sekali dengan kegiatan yang monoton, terlebih jika kita tau hari itu adalah hari Senin dimana liburan rasanya sangat kurang dan dijalan harus kena macet, dikantor kerjaan menunggu, wah rasanya udah males aja bawaannya. Tapi kita harus melakukannya, kita harus berusaha untuk tetap kerja.

Mencari nafkah dalam Islam adalah sebuah kewajiban. Islam adalah agama fitrah, yang sesuai dengan kebutuhan manusia, diantaranya kebutuhan fisik. Dan, salah satu cara memenuhi kebutuhan fisik itu ialah dengan bekerja. Menurut gw mencari nafkah adalah seperti mujahid, artinya nilainya sangat besar. Allah suka kepada hambanya yang mau berusah payah mencari nafkah. gw kira, ini lebih dari cukup sebagai motivasi kerja kita sebagai muslim. Bahkan, kita pun berpeluang mendapatkan ampunan dari Allah. Sebenernya ada beberapa hadist dan riwayat yang mengatakan demikian, namun tepatnya gw kurang begitu paham.

Terkadang, ketika berada dikeheningan mushala / mesjid, gw menyadari banyak hal salah yang telah gw lakukan dalam kegiatan bekerja. Rasa malas, dan bahkan ketidak syukuranpun terbesit dalam pikiran. Gimana gw mau sukses kalau gw masih malas, kl gw masih kurang bersyukur.

Gw pernah mendengar pesan dari salah satu direktur gw dalam safety talk nya, tentang 1 hari - 24 jam dan 3 kegiatan, yaitu 8 Jam untuk Beribadah, 8 Jam untuk Bekerja, dan 8 Jam untuk istirahat / keluarga. Menyadari hal tersebut, sedikit-sedikit telah gw jalanin. Walau masih banyak kekurangan serta ketidak sempurnaan dalam menjalaninya, paling nggak gw dah sedikit memilah-milah waktu tersebut. sekarang yang gw coba realisasikan dalam bekerja adalah Niat Ikhlas Karena Allah SWT, Itqan yaitu sungguh-sungguh dan profesional dalam bekerja, berusaha jujur dan amanah, menjaga etika sebagai seorang muslim, berusaha tidak melanggar prinsip syariah, menghindari Syubhat, dan yang terakhir menjaga ukhuwah agar tidak terjadi perpecahan baik dari hal yang sepele maupun besar.

Hal terakhir yang harus gw lakukan adalah bersyukur, bersyukur bahwa gw masih sehat, bersyukur bahwa gw masih diberikan kehidupan, bersyukur bahwa gw masih bisa bekerja menggunakan fisik dan pikiran gw untuk mendapatkan rejeki, dan banyak lagi yang lainnya.

Dilain hal tentang bekerja, gw berfikir apakah iya harus terus menerus gw bekerja di perusahaan orang? kenapa gw gak coba bikin usaha sendiri? Gw bosan dengan kehidupan yang seperti ini aja. gw pengen merubah kehidupan gw dan keluarga gw. ya Tentu kita harus merubah nasib kita jadi lebih baik. Ingat, dari 10 pintu rejeki, 2 diantaranya bekerja ditempat / perusahaan orang dan 8 diantaranya adalah berniaga. dan itu yang masih selalu gw tanam dalam diri gw. Tapi saat ini gw hanya  bisa berencana, Tuhanlah yang memutuskan mana yang terbaik.

Gw pernah bertanya dan mendapat jawaban, intinya apakah gw siap untuk tahan banting?

Gw ngadu dan berdoa sm Tuhan, apakah gw masih dibukakan pintu rejeki lain? apakah gw bisa untuk lebih bersabar?

Sulit rasanya untuk melangkahkan kaki dari hal yang biasa kita lakukan kearah hal yang tidak pasti. Ketika gw mencoba yakin, ternyata gw di promosikan sebagai Head. Gw bersyukur atas nikmat, rahmad, karunia dan rejeki yang diberikan dari Tuhan kepada gw. Tapi gw berfikir rasanya ini selain rejeki adalah ujian / cobaan. Lha kenapa kok ujian / cobaan? begini, sebelumnya gw gak punya bawahan, yang ada gw punya atasan dan itu banyak banget, tp sekarang gw naik jabatan dan memiliki bawahan, kl gw nggak bijak berarti ini adalah hal yang harus gw pertanggung jawabkan nantinya.

Saat kondisi kembali mulai jenuh dan semangat mulai kendor, tidak disangka gw malah dipromosiin lagi menjadi level yang lebih tinggi lagi, yaitu menjadi manager. Alhamdulillah, pintu rejeki kembali dibukakan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Gw kembali bersyukur atas nikmat dan rejeki tersebut. Tapi kembali gw berfikir rasanya ini selain rejeki adalah ujian / cobaan. karena sekarang gw punya bahawan lebih banyak dan berlapis kebawah, kl gw nggak bijak berarti ini adalah hal yang harus gw pertanggung jawabkan nantinya. Dan ujian pun dimulai, gw menemukan bawahan yang sulit sepaham dengan gw. Tapi gw berusaha untuk mengerti apa hal-hal yang mereka keluhkan. Perbedaan itu indah, perbedaan itu berkah, tapi kebersamaan akan menuntun kita jadi lebih baik atau seperti yang gw sebut diatas, yaitu ukhuwah dan terpenting adalah islamiyah.

Gw mungkin masih termasuk orang yang lalai dan kurang bijaksana, tapi gw berusaha pengen menjadi labih baik lagi, baik dalam kehidupan dunia ini dan amal ibadah untuk akhirat nanti.

Bersyukur gw masih punya keluarga dan teman yang selalu mendukung dan mendoakan gw.

Jadi berusahalah seimbang antara bekerja, beribadah dan beristirahat. Karena Jasmani dan rohani kita perlu istirahat, berikanlah hak2 mereka dalam diri kita. Selalulah bersyukur apapun yang kita dapatkan, kelak Rejeki akan selalu dicurahkan kepada mereka yang selalu berusaha. karena awal ketidak syukuran adalah akan selalu merasa kurang.

Semoga kita semua dalam lindungan Allah dan selalu diberkahi dalam kehidupan ini. Kita memang tidak sempurna, tapi berusahalah untuk jadi lebih baik dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan makhluk sekitar.

Reporter : Rangga
Sumber : Rangga