Bukan Kayuhan Pertama

17 Sep 2015, 10:27 WIB | gadmin

Sama Seperti Gadir tentang halaman "Kayuhan Pertama"nya, tapi yang gw inget, pertama kali bersepeda itu belajar sama tetangga sebelah. Dia punya 3 sepeda kala itu, gw pinjem satu yang nggak dia rawat, gw perbaiki di bengkel sepeda. Gw pinjem bagaikan hak milik. Dari nggak bisa sampai bisa naik sepeda. Dari pelan hingga coba-coba kebut yang pada akhirnya jatuh dan besot-besot.

Beberapa bulan pun sepedanya gw kembaliin, dan lama sekali nggak sepedaan hingga gw punya sepeda sendiri yang gw beli saat gw di Kediri-Pare. Sepeda Ontel yang sudah sangat tidak terawat dimana memiliki sejarah yang sangat luar biasa mengejutkan dan gw beli dengan harga 125.000 rupiah ditahun 2004.

Berdasarkan penjual sepeda tersebut begini ceritanya, Seorang buruh tani dan kebun dengan susah payah mengumpulkan uang dari hasil kerjanya akhirnya dapat membeli sepeda, walau bukan sepeda terbaik, beliau menghidupi keluarganya dengan sepeda tersebut. Hari-hari dilalui beliau, kalau dihitung-hitunh telah jauh kayuhan sepeda tersebut hingga akhirnya ajal menjemputnya tepat disaat beliau jalan dengan sepedanya dan jasadnya ditemukan di tengah hutan sehari sepeninggal beliau.

Sepeda itupun beralih ke anaknya dan menggantikan beliau dalam menafkahi keluarganya. Disuatu hari, ajal pun tiba menjemputnya. Dikarenakan orang desa percaya dengan hal-hal ghaib, akhirnya sepeda itupun kembali diperbaiki untuk yang kesekian kalinya dan tidak ada yang berani memakainya hingga jatuh ke tangan si penjual. Sipenjual pun tidak mudah untuk menjual sepeda tersebut hingga gw datang dan melihat-lihat koleksi sepedanya. Ada sepeda Ontel, sudah lusuh, tidak terawat berada dibelakang dekat dengan kumpulan besi-besi bekas yang menarik perhatian gw. Akhirnya gw menunjuk sepeda itu, awalnya sipenjual meyakinkan apakah gw benar-benar menginginkan sepeda tersebut dan bukan yang lain? gw meyakini iya gw mau sepeda itu. Ceritapun dimulai seperti yang gw ceritain diatas dan kamipun bertransaksi sepakat. Gw minta untuk part-part nya diganti dengan dengan yang baru, kecuali batangannya hingga menjadikan sepeda tersebut dengan model sepeda balap. Oh iya, Just info aja, siPenjual itu adalah saudara dari si pemilik yang sebelumnya alias anak dari pemilik pertama sepeda tersebut.

Sepeda itu gw kirim melalui POS sementara gw pulang ke jakarta naik kereta, seminggu kemudian, gw kekantor POS Rawamangun sama Cinde dengan motornya. Pulang dari Rawamangun gw naik sepeda sampe rumah Cinde dan Cinde naik motor Ayam Jagonya yang berwarna hijau. Ditengah jalan gw terengah-engah kecapean.karena baru itu gw jalan naik sepeda terjauh, dijalan raya pula.

Gw suka naik sepeda itu kemanapun, bahkan sebelum Gadir hoby kemana-mana dengan sepedanya, gw adalah Trendsetter pertama dari Group Garaside kalau soal naik sepeda kemana-mana walaupun nggak pernah lebih dari 10KM. Sering juga gw naik sepeda kalau lagi ngumpul sama anak-anak dirumah cinde. Sekarang gw udah berkeluarga dan sepeda itupun udah jarang banget gw gunain. sekarang sedang terbengkalai di belakang rumah gw, di Bekasi. Tapi sebelum terbengkalai sama gw, itu sepeda bermanfaat bagi saudara-saudara gw belajar sepeda. Alhamdulillah

Gw sih iseng pernah minta Cinde untuk memperbaikinya, cuma perjalanan begitu jauh untuk gw lalui kerumah Cinde kalau harus menggunakan sepeda itu. Tapi gw rasa Cinde juga cuma basa-basi doang untuk memperbaiki sepeda gw :P.

Yah begitulah cerita tentang gw n sebuah sepeda.

 

Reporter : Rangga
Sumber : Rangga