Nanditama

29 Okt 2018, 04:08 WIB | cinde

Assalamualaikum para saudara2ku sekalian..mohon maaf baru bisa hadir lagi disini dikarenakan satu & lain hal..berhubung sudah lama saya tidak menulis di forum yg kita cintai ini juga terus ditagih oleh sahabat2 saya maka izinkanlah dalam kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi apa2 saja yg saya pahami mengenai emas..bukan masbro,masbulo atau mas2 dr jawa ya..tp emas yg merupakan logam mulia..oh iya kenapa judulnya Nanditama?karena kebetulan itu adalah nama anak laki2 saya yg dalam bahasa sansekerta artinya 'Tukang Emas'..semoga kamu menjadi anak yg saleh serta berguna bagi bangsa & agama ya nak..aamiin..


Jadi begini ceritanya..
Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: Aurum) ditemukan pertama kali di daerah timur tengah sekitar 6000 th SM, mempunyai nomor atom 79 merupakan logam transisi (trivalen dan univalen) yang lunak(+/- 2,5 mohs), mengkilap, kuning, berat, "malleable", diamagnetik dan "ductile". Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tetapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1064 derajat Celsius dan memiliki berat jenis 19,32 gr/cc


Emas terdapat pada deret paling kanan dalam deret Volta (K - Ba - Ca - Na - Mg - Al - Mn - Zn - Cr - Fe - Cd - Ni - Sn - Pb - (H) - Cu - Hg - Ag - Pt - Au). Menurut Volta, semakin ke kiri pada deret tersebut maka semakin mudah elemen tersebut mengalami oksidasi. Sebaliknya semakin ke kanan, maka semakin sulit teroksidasi. Pengkorosian atau pengkaratan termasuk salah satu jenis oksidasi pada logam. Berdasarkan deret volta di atas, kita mengetahui bahwa emas(Au) terdapat pada deret yang paling kanan. Sehingga energi yang dibutuhkan emas untuk mengalami oksidasi adalah besar. Karena "kebesaran" energi inilah yang membuat emas sulit melakukan korosi atau pengkaratan.

Sebenarnya emas dapat terkorosi, tapi dengan kadar yang sangat rendah, dan diperlukan waktu yang sangat lama - cinde 2k18.

Oleh karena itu mengapa emas bisa menjadi logam mulia, barang berharga serta instrumen investasi. Emas jg digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagai perhiasan, alat kesehatan dan elektronik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya berupa bulion atau batangan emas dalam berbagai satuan berat gram sampai kilogram. Emas pun bersifat stabil & nol inflasi sejak zaman dahulu hingga saat ini..dan kemungkinan besar seterusnya..

 

..”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Rasulullah SAW memberikan uang 1 Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau, lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Rasulullah SAW. mendoakannya dengan keberkahan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli debupun, ia pasti beruntung” (HR. Bukhari)..


 Seperti petikan hadist di atas..disitu disebutkan bahwa harga seekor kambing saat zaman Rasulullah SAW sebesar 1/2 hingga 1 dinar dan hingga saat ini pun tetap seharga itu(1 dinar=4,25gr emas). Untuk kadar mungkin masih ada perdebatan ada yg berpendapat 99,99% fine gold ada juga yg berpendapat 91,67?ngan asumsi pada saat itu belum terdapat teknologi pemurnian emas yg baik..apapun itu silahkan di konversikan ke rupiah????

 

Manfaat nol inflasi dari emas ini pernah saya alami di kehidupan keluarga saya..saat itu sekitar tahun 1995 Alm. Papa saya pernah mempunyai piutang ke Alm. Pakde saya..dikarenakan jumlah yg cukup besar pada saat itu & belum tau kapan sekiranya akan dikembalikan serta kebetulan dana yg akan dipinjamkan masih berupa logam mulia, alhasil menjadikan instrumen perhitungan pinjamannya berdasarkan harga pasaran emas saat itu. Setelah sekitar 17 tahun berlalu dan mereka pun sudah sama2 meninggal alhamdulillah piutang itu bisa diselesaikan dengan baik oleh anak2nya. Fyi tahun 1995 harga emas 24k/LM hanya berkisar antara Rp35rb-40rb/gramnya..bisa dibayangkan pada tahun 2012 harganya sudah mencapai Rp500rb/gramnya..Masya Allah. Sebetulnya kestabilan nilai tukar juga bisa ditemui pada perak/dirham(1 dirham=2,975gr 99,95% fine silver)..meskipun ada beberapa kelemahan dalam hal tertentu jika dibandingkan dengan emas yg membuat harga perak tidak setinggi harga emas.
Kita harus bersyukur menjadi warga negara Indonesia karena potensi endapan emas terdapat di hampir setiap daerah di Indonesia, seperti di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua sehingga bisa menjadikan kita sebagai negara yg sejahtera jika dikelola dengan baik. Karena banyaknya kandungan emas di negeri kita ini maka banyak pula penambang2 liar mendulang emas dengan cara2 manual & konvensional yg berpotensi merusak lingkungan. Semoga ke depannya bisa lebih baik secara prosedural dan saling menguntungkan.
Contoh perusahaan besar pertambangan yang mengeksplorasi cadangan emas di Indonesia antara lain:
PT Aneka Tambang (persero), PT Freeport Indonesia (Grasberg merupakan salah satu tambang emas terbesar didunia), PT Newmont Nusa Tenggara, dll.

 

Ada juga perusahaan pemurnian & pembuat emas 24k yg ada di Indonesia antara lain : 

  • -PT. Antam (persero) UBPP > LogamMulia 99,99% LBMA
  • -PT. Pamitramas Mulia > KingHalim 99,99% LBMA
  • -PT. Untung Bersama Sejahtera > UBS 99,99% SNI
  • -PT. ODC enterprise > emas mini 99,9% Sucofindo

 

Untuk skala internasional ada PAMP suisse, Royal Canadian Mint, JP Morgan dsb.
Sedangkan LBMA (London Bullion Market Association) merupakan suatu  organisasi internasional dalam bentuk    asosiasi yang merepresentasikan gabungan pedagang besar logam  mulia yaitu gold bar & silver bar,  berlokasi di kota London, Inggris. LBMA menjadi satu2nya acuan standar internasional untuk penaksiran kualitas logam mulia khususnya gold bar dan silver bar.
Dalam usaha skala kecil banyak cara2 pemurnian emas yg biasa dilakukan oleh tukang emas salah satunya dengan metode konvensional/cukim, yaitu dengan cara sebagai berikut :

 

  1.  Campur emas yg akan anda murnikan dengan perak sampai kadar emas anda kurang atau sama dengan 25%
  2. Masukkan emas kadar 25% itu td ke dalam larutan asam nitrat encer (1:1)
  3. Tunggu sampai perak atau tembaga yg bercampur dengan emas anda larut dan endapan di dalam wadah berwarna coklat bersih.
  4. Saring endapan dengan kertas saring, keringkan lalu ambil endapannya.
  5. Bakar endapan.

 

dengan metode ini anda akan memperoleh emas dengan kadar sekitar 98-99%
Jika anda menginginkan kadar kemurnian emas yang lebih tinggi, endapan yang berasal dari proses cukim jangan langsung di bakar akan tetapi terlebih dahulu di proses dengan aqua regia/biasa disebut air raja(air raja merupakan larutan hasil percampuran antara asam klorida pekat(HCl) dan asam nitrat pekat(HNO3) dengan perbandingan 3:1 Nb. larutan ini sangat korosif & asapnya berbahaya, harap berhati2 saat menggunakannya) langkah2nya sebagai berikut :

  1.  Masukkan endapan emas ke dalam larutan aqua regia dan tunggu sampai seluruh emas melarut.
  2. Setelah emas melarut larutan akan berubah warna menjadi kuning keemasan.
  3. Tambahkan urea ke dalam larutan untuk menghilangkan nitrat berlebih di dalam larutan. Jika nitrat tidak di hilangkan maka akan menyebabkan reaksi eksplosif ketika proses pengendapan.
  4. Cairkan larutan hingga 2-3x lipat dengan aquades.
  5. Campur 28.3gr sodium meta bisulphite (SMB) ke dalam 240ml air panas.
  6. Tuangkan secukupnya larutan SMB ke dalam larutan aqua regia encer tadi sambil di aduk terus untuk mengendapkan emas yang terlarut.
  7. Akan muncul endapan emas berwarna coklat dan warna larutan aqua regia akan menjadi jernih.
  8. Saring lalu bakar endapan emas tadi.


untuk mendapatkan kadar 99.9% proses pelarutan dengan aqua regia dapat di ulang 2-3x.
*Catatan : secara praktek saya belum pernah mencobanya. Hal ini saya dapat dari pandai emas yg pernah saya temui & beberapa sumber di internet.

 

Sekarang kita bahas mengenai kadar & apa2 saja bahan campuran yg terdapat disuatu produk emas.
Apa itu kadar? kadar adalah kandungan suatu unsur yg terdapat pada suatu benda/produk
Tidak semua produk emas memiliki tingkat kemurnian yg sama dikarenakan pencampuran logam lain sehingga kadar emas akan menurun.


Berikut beberapa faktor penurunan kadar seperti :
- Penampilan warna
Warna emas pada dasarnya memang kuning, tapi pada produk emas bisa bermacam2 sesuai dengan selera estetika dari pembuat produk tsb. Pewarnaan ini bisa dengan hanya teknik sepuhan/chrome/electroplating atau juga dengan logam campuran yg ada di produk tsb, seperti emas putih (emas murni+perak murni+timah sari/nickel/paladium), emas merah muda (emas murni+tembaga), emas hitam (emas murni+ruthenium+tembaga), emas hijau (emas murni+perak murni+cadmium+tembaga), biru (emas murni+besi murni), emas ungu (emas murni+almunium), dsb. Pada produk emas kuning biasa/dibawah 24k biasanya merupakan campuran dari emas murni+perak murni+tembaga. Pewarnaan pada produk emas pada hakikatnya tidak permanen tergantung jumlah masing2 logam campuran itu sendiri mana yg lebih dominan. Secara umum warna asli emas itu akan tertutup oleh warna logam campurannya dikarenakan berat jenis emas yg tergolong lebih berat dibanding logam campurannya sehingga warna logam yg lebih ringan berat jenisnya yg akan nampak di permukaan. Biasanya kadar produk emas berwarna selain kuning ini maksimal 75% tetapi untuk komposisi campurannya tiap pembuat punya perhitungan sendiri.


- Durabilitas
Dikarenakan sifat emas murni yg lunak maka penambahan campuran logam lain juga bisa menambah kekuatan dari produk emas itu sendiri sehingga untuk produk seperti perhiasan bisa lebih awet, tidak mudah penyok saat dipergunakan serta dapat memegang permata(jika ada) dengan baik
- Proses pembuatan/patrian
Pada pembuatan produk emas seperti perhiasan baik handmade maupun pabrikan yg tidak bisa menggunakan  casting/cetakan terkadang diperlukan patrian untuk menyambung bagian produk atau detail yg kecil, jadi semakin rumit suatu produk emas patriannya pun akan semakin banyak. 
Adapun contoh cara membuat bahan patrian yaitu antara lain dengan bahan2:

  • 1gr emas 70%
  • 0.5gr perak murni
  • tembaga & kuningan seberat 0.83gr


maka akan didapat patri emas kadar 30% seberat 2.33 gr, kemudian dilebur dan digiling tipis sehingga mudah digunting sebagai bahan patrian. Kadar patrian ini harus lebih rendah daripada emas yg akan disambung, oleh karena itu biasanya lama kelamaan bekas patrian akan muncul ke permukaan. Itu juga penyebab mengapa jika misal seseorang mempunyai perhiasan emas ketika di tes kadar emasnya menunjukkan 75% tetapi ketika dilebur kadar emasnya hanya tinggal 70% atau dibawahnya karena total patrian akan menyatu semua ke emas tsb


- Harga jual
Semakin tinggi kadar emas di suatu produk maka semakin tinggi juga harganya, maka dari itu banyak produsen emas khususnya perhiasan yg mensiasati hal tsb dengan membuat perhiasan dengan kadar yg tidak terlalu tinggi tetapi di chrome/dilapis dengan warna yg berkilau.


Penyebutan kualitas emas di Indonesia berbeda2 ada yg menyebut kadar ada juga yg menyebut karat(k). Pada kadar nilai terbesarnya adalah 99,99 dengan satuan persen(%), sedangkan pada satuan karat nilai terbesarnya adalah di angka 24. Emas pada nilai ini biasa disebut Fine Gold/Logam Mulia. Manakah yg lebih baik dalam perhitungan kemurnian emas apakah kadar atau karat? secara akurasi lebih baik perhitungan kadar karena memakai satuan persen dengan 2 angka dibelakang koma, contoh LM keluaran Antam tahun 1990an masih berkadar 99,98% sedangkan LM keluaran Antam tahun 2000an sudah memiliki kadar 99,99% padahal keduanya sama2 tertulis Fine Gold. 
Sebagai acuan bisa kita lihat 


SNI 13-3487-2005 :
24 k = 99,00 – 99,99 %  (.999)
23 k = 94,80 ­­­– 98,89 %  (.950)
22 k = 90,60 – 94,79 %  (.916)
21 k = 86,50 – 90,59 %  (.875)
20 k = 82,30 – 86,49 %  (.833)
19 k = 78,20 – 82,29 %  (.791)
18 k = 75,40 – 78,19 %  (.750)


Adapun kadar emas selain di atas
17 k = 70,83% (.708)
16 k = 66,66% (.666)
15 k = 62,50% (.625)
14 k = 58,33% (.583)
13 k = 54,16% (.541)
12 k = 50,00% (.500)
11 k = 45,83% (.458)

10 k = 41,66% (.416)
  9 k = 37,50% (.375)
  8 k = 33,33% (.333)
  7 k = 29,16% (.291)
  6 k = 25,00% (.250)
  5 k = 20,83% (.208)
  4 k = 16,66% (.166)
  3 k = 12,50% (.125)
  2 k = 8,333% (.083)
  1 k = 4,166% (.016)


Mungkin kita sering mendengar istilah emas tua, emas muda ataupun suasa apakah maksudnya? Emas tua biasanya ditunjukkan pada emas yg berkadar di atas 80%(diatas 19k) sedangkan penyebutan emas muda umumnya menunjuk pada emas dengan kadar dibawah 70%(dibawah 17k) adapun suasa di konotasikan pada emas dengan kadar dibawah 30%(dibawah 8k). Untuk emas berkadar antara 70%-80% dianggap emas standar khususnya untuk pasaran di Indonesia.


Mengapa emas menggunakan satuan karat(k) untuk menunjukan tingkat kemurniannya? Ada salah satu sumber yg menyebutkan istilah karat berasal dari bahasa Yunani yaitu 'keration' yang kemudian diambil oleh bahasa-bahasa lain menjadi carat (Perancis), carato (Italia) dan qirat (Arab) yang berarti kacang polong. Pada zaman dulu biji-bijian sering digunakan untuk menakar benda berkuantitas keciil. Satu qirat sama dengan 4 butir kacang polong. Mulai tahun 1575 ukuran ini digunakan untuk menakar berat berlian. Ukuran keration Yunani ekuivalen dengan ukuran siliqua Romawi yang beratnya sama dengan seperduapuluhempat koin emas di zaman kaisar Konstantin dari Byzantium Timur. Sejak saat itu karat berarti “bagian dari seperduapuluhempat” dan ditetapkan menjadi ukuran untuk mengukur kadar kemurnian emas (bukan beratnya). Sehingga pengukuran dalam kadar emas terbentuk rumus 1/24x100 *1(besaran karat 1-24)


Hampir di setiap produk emas(tidak semua) terukir kode/cap tanggungan dari setiap masing2 pembuat yg menunjukkan besaran karat/kadar emas yg terkandung didalamnya & juga terkadang pabrikan pembuatnya. Walaupun begitu tidak semua produk yg memiliki cap menunjukkan kualitas yg sesuai kenyataannya, terkadang ada kecurangan yg dilakukan oleh si pembuat, saya pribadi pernah beberapa kali menemukan kasus seperti itu.


Nah bagaimana cara kita mengetahui keaslian ataupun kualitas suatu emas?Ada beberapa cara yg bisa kita lakukan untuk mengetahui keaslian ataupun tingkatan kadar suatu emas,  diantaranya yg umum dilakukan yaitu dengan cara:


- Menggunakan batu uji
Batu ini merupakan batu alam, berwarna hitam pekat, tidak licin, tidak berpori serta tidak mengandung kapur. Batu ini jg dikenal dengan nama batu cicilia, batu germany ataupun batu USA. Pengujian seperti ini termasuk dalam kategori destructive test karena sifatnya mengikis emas itu sendiri. Adapun caranya dengan menggoreskan benda/produk emas yg akan diuji ke batu tsb, lalu siapkan air uji yaitu larutan asam sulfat(H2SO4) dan campuran asam sulfat(H2SO4) dengan natrium hidroksida(NaOH) dengan 2:3, kemudian teteskan H2SO4 ke bekas goresan tadi di satu sisi jika hilang sama sekali berarti benda tsb bukan emas, sedikit pudar berarti berkadar dibawah 70%(dibawah 17k), bila tetap/tidak berubah berarti diatas itu, setelah itu teteskan campuran H2SO4&NaOH td ke goresan sisi yg lain jika pudar berarti dibawah 90%(dibawah 22k) tapi diatas 70%(17k), bila hanya sedikit pudar berarti  berkisar antara 91%(22k)- 98%(23k), tetapi jika tidak pudar sama sekali berarti 99%(24k). Agar mendapatkan hasil pengujian yg lebih akurat bisa memakai jarum uji seperti buatan PT. Antam sebagai patokan. Pengujian emas dengan memakai batu uji ini memiliki kelemahan karena hanya pada permukaan luar saja yg bisa di uji terkadang itu tidak mewakili bagian dalamnya jika benda uji tsb tebal/besar sehingga untuk logam yg di lapis cukup tebal dengan emas asli beresiko tidak teridentifikasi sebagai emas palsu dan juga cara ini bersifat merusak estetika serta mengurangi berat benda itu sendiri yg berujung pada turunnya nilai jual kembali.

 

-Menggunakan timbang air/berat jenis
Cara ini dianggap sebagai opsi tambahan dalam menentukan kadar emas jika menggunakan batu uji dirasa masih kurang meyakinkan. Metode pengukuran emas dengan berat jenis pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuwan yang bernama Archimedes yg hidup pada tahun 287-212 SM. Dikisahkan Raja Romawi pada masa itu, Raja Hiero II memesan sebuah mahkota baru kepada seorang pengrajin emas yang keseluruhannya harus terbuat dari emas murni. Setelah waktu yang dijanjikan tiba, Raja Hiero II tampak kecewa dengan mahkota buatan sang pengrajin. Dia mencurigai bahwa pengrajin emas tersebut telah menipu dirinya. Menurut dugaannya mahkota yang dibuat tidaklah benar2 murni 24k sebagaimana yang dipesan. Meski demikian, Sang Raja tidak memiliki bukti materiil yang dapat diterima semua orang sebagai dasar untuk menjatuhkan hukuman. Akhirnya Archimedes diperintahkan untuk membuat suatu pembuktian dengan catatan mahkota harus tetap dalam keadaan utuh agar bukti tidak rusak. Konon pada saat mandi, Archimedes menemukan jawabannya ketika menceburkan diri ke bak mandi yang membuat air tumpah. Meskipun tidak berkorelasi langsung, dari sini Archimedes mulai menyadari bahwa efek ini dapat digunakan untuk membuktikan keaslian suatu emas.


Dia menggunakan berat jenis sebagai dasar pembuktian. Meskipun mahkota yang dijanjikan oleh pengrajin emas memiliki berat yg sama dengan yg dijanjikan, namun karena dicampur dengan logam lain yang memiliki berat jenis yang lebih kecil (perak, tembaga, dll) maka volumenya akan membesar. Dengan membesarnya volume ini, jika mahkota emas campuran seberat 1kg dicelupkan kedalam tabung berisi air, maka ketinggian air di dalam tabung yang berisi emas campuran akan lebih tinggi daripada tabung yang berisi emas murni. Hal ini karena emas murni memiliki tingkat kerapatan (massa jenis) yang lebih besar dari emas campuran, karena logam campurannya mengurangi massa jenis total benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin sedikit ruang yg dibutuhkan. Contoh, 1kg kemungkinan hanya akan membutuhkan ruangan sebesar 2 genggaman tangan. Bandingkan dengan kapas 1kg yang membutuhkan ruangan sebesar bantal kecil. Dengan metode inilah, Archimedes sukses membuktikan penipuan yang dilakukan oleh pengrajin emas yang konon akhirnya dipenggal oleh Raja Hiero II.


Kisah tersebut dapat kita jadikan acuan untuk mengetest keaslian emas. Dengan massa jenis yang cukup tinggi (19,32gr/cc), hanya sedikit logam yang dapat menandingi massa jenis emas. Selain itu, untuk mendapatkan logam-logam bermassa jenis lebih tinggi tersebut juga tidak mudah. Jadi dapat dikatakan bahwa pengukuran kadar emas menggunakan massa jenis termasuk metode pengukuran yang cukup akurat dengan catatan produk emas yg akan ditimbang air tidak berongga/tidak mempunyai ruang kosong didalam/harus padat & tidak terdapat permata/bagian selain yg terindikasi sebagai emas. Dengan cara tsb kita dapat mengukur seberapa besar kadar yang terkandung didalam suatu logam emas. Berikut ini adalah tata cara pengukurannya:

  1. Siapkan timbangan emas digital dengan akurasi minimal 2 digit di belakang koma/0,01gr.
  2. Timbang emas yang ingin di uji. Hasil timbangan ini disebut berat kering
  3. Siapkan tabung/botol/gelas berisi air bersih, kemudian timbang wadah beserta airnya, catat beratnya dan biarkan tetap di timbangan
  4. Ikat emas yang ingin diuji menggunakan benang/tali yang sangat ringan sehingga dapat diabaikan beratnya. (Nb: Tali rafia yg dibelah sampai menjadi sangat kecil dengan lebar 1-2mm lebih baik digunakan untuk mengikat logam daripada menggunakan benang)
  5. Celupkan logam diikat tadi ke dalam wadah yang berisi air dalam timbangan hingga semua tenggelam namun tidak menyentuh dasarnya (bergelantungan di dalam air). Kemudian catat beratnya.
  6. Hitung selisih berat pada langkah 5 dengan berat pada langkah 3. Hasilnya disebut berat basah 
  7. Setelah itu berat jenis emas dapat dihitung dengan cara menghitung Berat Basah : Berat Kering
  8. Berat jenis suatu emas bisa berbeda2 tergantung logam campuran yg ada pada emas tsb
    Adapun tingkatan berat jenis emas  dibawah 24k/99,99% bisa dilihat sebagai berikut :

Karat/%   Au+Cu  Au+Ag  Au+Cu+Ag

23/.958    18,43    18,68       18,55
22/.916    17,61    18,06       17,83
21/.875    16,84    17,49       17,17
20/.833    16,16    16,94       16,55
19/.792    15,53    16,44       15,98
18/.750    14,94    15,96       15,45
17/.708    14,39    15,50       14,94
16/.667    13,88    15,08       14,48
15/.625    13,41    14,67       14,04
14/.583    12,96    14,29       13,62
13/.541    12,56    13,93       13,25
12/.500    12,12    13,58       12,85
11/.458    11,80    13,25       12,52
10/.416    11,46    12,94       12,20
  9/.375    11,14     12,64       11,89
  8/.333    10,83     12,36       11,60
  7/.291    10,54     12,08       11,31
  6/.250    10,26     11,82       11,04
  5/.208    10,00     11,57       10,78
  4/.166      9,77     11,33       10,54
  3/.125      9,52     11,10       10,31
  2/.083      9,29     10,88       10,08
  1/.041      9,09     10,67         9,87
Dengan asumsi campuran
*Au = Aurum/emas
*Cu = Cuprum/tembaga
*Ag = Argentum/perak


Tetapi perlu diwaspadai adanya emas palsu yg memiliki campuran/di isi dengan wolfram atau yg lebih dikenal dengan tungsten, karena tungsten memiliki berat jenis yg hampir sama dengan emas yaitu 19,29 gr/cc serta juga sama2 bukan feromagnetik. Kasus seperti ini biasanya ada pada produk emas dengan berat 50gr keatas karena untuk produk yg kecil lebih sulit membuatnya & dengan biaya yg tidak murah juga.
- Menggunakan Xray Fluorescence(XrF) Spectrometer/karatimeter scan
Metode ini mungkin merupakan cara yg paling baik & akurat dalam menentukan keaslian/kualitas suatu emas karena termasuk non destructive test/tidak merusak produk emas pada saat pengujiannya karena menggunakan sinar X yg menembus produk emas tsb sehingga komposisi unsur2nya dikalkulasikan dan didapat hasil kadar yg terkandung didalamnya. Alat ini seperti alat scanner, akurasinya mencapai 99,8% & hasil uji juga bisa dicetak. Tapi karena alat ini berharga cukup mahal jadi belum banyak toko emas yg menyediakan alat/jasa pengujian ini. Mungkin untuk daerah Jabodetabek bisa mendatangi Gerai Dinar Kelapa dua Depok atau The Palace Summarecon Mall Bekasi untuk jasa pengujian.


Selain cara2 pengujian seperti diatas jg ada faktor pendukung agar produk emas yg kita punya terjamin keaslian & kualitasnya seperti membeli di agen/toko emas terpercaya karena tidak semua toko emas memiliki kredibilitas yg baik, baik dalam kualitas maupun ketika kita menjual kembali. Berdasarkan pengalaman saya pernah menemui toko emas yg kurang baik dalam hal menjual kembali. Saat itu saya membeli cincin di sebuah toko emas di daerah Senen, kemudian skitar sebulan kemudian karena suatu hal terpaksa saya jual kembali di toko tsb, dengan harga pasaran emas yg tidak banyak berubah, tapi ditoko itu malah dikenai potongan sebesar Rp 1juta dari harga awal saya beli dengan alasan potong ongkos, harga lagi turun dsb, betapa kagetnya saya padahal mereka sudah jadi langganan orangtua saya dulu sejak toko mereka masih di jalan yg dulu bernama Jl. Kenanga. Akhirnya saya tidak jadi menjual kembali di toko tsb karena kecewa..lalu saya coba ke toko emas daerah Paseban dan yg saya bingung mereka malah menghargai cincin emas saya lebih tinggi dari toko tadi tempat saya membelinya/hanya lebih murah Rp 400ribu dari harga pada saat membelinya. Oleh karena itu ada baiknya jika ingin menjual kembali emas pastikan terlebih dahulu harga jual/beli emas di pasaran baik dalam negeri ataupun internasional karena bisa digunakan sebagai patokan. Kalau dahulu masyarakat hanya bisa mengecek melalui koran seperti PosKota/Kompas, saat ini tidak lagi. Untuk dalam negeri bisa mengecek secara online seperti di www.logammulia.comwww.geraidinar.com dsb dengan mengkalkulasikan sesuai kadarnya, sedangkan untuk pasar internasional bisa di www.kitco.com. Untuk harga internasional biasanya memakai hitungan US$/t oz(US dollar/troy ounce) nb. 1 troy ounce = 31,103 gram. Harga yg tercantum pada situs tsb tidaklah sama persis karena perbedaan kurs rupiah terhadap dollar tetapi tidak berbeda jauh. Merupakan hal yg wajar jika saat menjual kembali emas ke pedagang mereka beralasan susut atau beratnya berkurang, itu karena sifat emas yg juga mudah tergores sehingga jika untuk pemakaian sehari2 dalam waktu yg lama bisa mengikis emas tsb. Yg terpenting timbangan yg dipergunakan selalu dikalibrasi berkala oleh Dinas Metrologi setempat.

Ada juga toko emas yg mempunyai kebijakan potongan harga jual semisal Rp 20ribu/gr jika memang harga pasaran emas sedang stabil/tidak banyak berubah dari saat membeli dan itu pernah saya temui di toko emas daerah Klender. Selain itu saya juga pernah menemui toko emas yg tidak jujur akan kualitas barang yg dijualnya seperti yg pernah saya jumpai di daerah Cempaka Mas, ketika itu sesuai keterangan yg disetujui & yg tercantum di surat pembelian emas tsb berkadar 70%/17k..tetapi ketika saat di uji hanya berkadar 14k. Mungkin untuk daerah Jakarta banyak yg berpendapat emas yg dijual di daerah Cikini/Melawai merupakan tempat penjualan emas yg baik, tapi pada kenyataannya kembali lagi pada masing2 ke prinsip dagang toko tsb. Saya juga pernah membeli emas di daerah Cikini dengan kadar yg  ternyata tidak sesuai atau dibawah dari  yg disetujui & yg tercantum(ada beberapa toko), tapi di toko lain saya pernah mendapatkan hal yg sebaliknya karena emas yg dibeli ternyata malah berkadar diatas itu/lebih dari yg disetujui & yg tercantum setelah di lakukan pengujian????. Oleh karena itu jika ada yg membanding2kan kualitas emas dari beberapa daerah di Indonesia ataupun dari luar negeri seperti Italy, Malaysia, Hongkong, Arab/Dubai tidak sepenuhnya benar tergantung dari kredibilitas pembuat dan pedagang emas tsb. Di Indonesia pun di beberapa daerah mempunyai pasar penjualan emas yg cukup terkenal seperti di Jl. Somba Opu Makassar, Jl. Kranggan Semarang dan sebagainya, sedangkan untuk pembuat/pandai emas tradisional ada juga di Dusun Seneng di Magelang, Desa Celuk di Gianyar dan sebagainya. Sebaiknya hindari toko emas yg kurang bonafid atau baru membuka usahanya karena dikhawatirkan usaha yg tidak berumur panjang & kualitas produk yg belum tentu terjamin sehingga akan menyulitkan saat akan menjualnya kembali. Sebagai jaminan tiap toko emas pasti selalu menjual emasnya disertai surat keterangan/sertifikat dari toko tsb. Surat itu berisikan keterangan produk yg mereka jual seperti harga, berat, kadar, ukuran maupun ada/tidaknya permata pada perhiasan tsb, beberapa toko juga menyertai gambar manual dari produk tsb, sebelum tahun 1990 juga ada yg membubuhkan materai pada surat tsb. Untuk sertifikat logam mulia/dinar/dirham milik PT. Antam saat ini juga terdapat watermark/tanda air seperti yg dipergunakan pada uang kertas jika diterawang dibawah cahaya serta terdapat juga strip2 garis minor warna warni & blok berwarna hijau di deskripsi detail pada sertifikat tsb jika dilihat dengan sinar UV sebagai pengaman bahwa sertifikat tsb asli.

 

Bagaimana penggunaan cincin/produk emas pada pria muslim? Ada banyak pendapat mengenai hadist yg membahas masalah ini..banyak ulama yg membenarkan bahwa pria muslim dilarang menggunakan cincin/perhiasan emas serta makan atau minum dari bejana yg terbuat dari emas, ada yg berpendapat bisa membahayakan kesehatan, ada yg membolehkan jika hanya emas putih, ada juga yg membolehkan jika kadar emasnya rendah, bahkan ada yg membolehkan pria memakai cincin emas jenis apapun selama dia tidak menyerupai wanita. Saya pribadi mencoba menyikapi hal ini dengan terus mencari informasi yg cukup valid,  kemudian saya menemukan kelemahan pada pendapat yg menyatakan bahwa emas berbahaya bagi kesehatan pria karena atom/partikel2 emas yg dipakai bisa masuk ke pori2 lalu larut dalam pembuluh darah sehingga bisa menyebabkan alzheimer, penyakit saraf, mengganggu organ reproduksi/kesuburan pria dan sebagainya, sedangkan untuk wanita hal itu tidak terjadi karena pada wanita terdapat lemak unik yg dapat menangkal partikel emas masuk ke tubuhnya serta memiliki siklus menstruasi tiap bulannya sehingga darah kotor yg terkontaminasi akan terbuang saat menstruasi. Disini saya menemukan kejanggalan bukankah darah yg keluar saat menstruasi adalah darah bersih sisa jaringan pada dinding rahim yg dilepaskan setelah ovulasi (sel telur yg tidak dibuahi)? Bagaimana untuk wanita yg sudah menopause? Apakah berbahaya jika memakai emas karena sudah tidak ada siklus menstruasi?


Lalu bukankah di jurnal2 kedokteran juga sudah banyak penelitian penggunaan emas sebagai sarana kesehatan & terapi penyembuhan? Bahkan saya pernah menemui suatu riwayat ini :

"Berdasarkan hadist Urfujah bin As’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa hidungnya pernah terpotong karena terkena pedang ketika perang Kulaab, kemudian ditambal perak, namun luka hidungnya makin parah. Kemudian Rasulullah SAW menasehatkan agar ditambal dengan emas, dan ternyata cocok". (HR. An-Nasai 5161, Abu Daud 4232, dan dinilai hasan oleh Al-Albani)


Berarti sejak zaman dahulu Rasulullah SAW juga mengizinkan/menyarankan pemakaian emas untuk kesehatan karena sudah terbukti bahwa emas memiliki manfaat yg baik sama halnya seperti gigi palsu, pengikat/penambal gigi yg kerap di pakai oleh pria yg terbuat dari emas yg juga banyak diriwayatkan di hadist2 shahih lainnya.
Akhirnya menurut pendapat saya pribadi mungkin dapat saya simpulkan bahwa umat muslim khususnya pria sebaiknya tidak menggunakan emas kecuali dalam hal kesehatan itupun dilihat seberapa pentingnya hal tsb misalkan tidak ada penggantinya selain memakai emas, seperti contoh saat ini gigi palsu sudah banyak yg terbuat dari bahan selain emas dan berkualitas baik maka dalam persoalan ini penggunaan emas sebaiknya dihindari..hal ini dikarenakan akan menimbulkan keriyaan & kesombongan serta tidak mencerminkan kesederhanaan pribadi seorang muslim. Bisa dibayangkan jika Rasulullah SAW tidak melarang pria muslim memakai emas, betapa banyaknya orang biasa maupun ulama yg berlomba2 memakai emas sebagai perhiasan karena secara tidak langsung emas bisa menaikkan status sosial bagi pemakainya. Sedangkan bagi para wanita memang dianjurkan berhias secantik mungkin dihadapan suaminya sehingga emas yg pada hakikatnya adalah perhiasan di surga diperbolehkan dipakai oleh wanita. Dari situ juga banyak kita jumpai slogan "Berhias sambil menabung" pada banyak toko2 emas di negeri kita ini dikarenakan keindahan kilau emas yg memiliki nilai investasi yg tidak lekang oleh waktu. Jadi lebih baik mana emas perhiasan atau emas batangan LM untuk dijadikan tabungan? Menurut saya LM lebih baik karena LM memiliki kualitas kemurnian yg paling tinggi & serta buyback yg lebih terjamin dibanding emas perhiasan. Agar lebih aman & mudah saat menjualnya kembali ada baiknya LM yg ditabung dalam bentuk pecahan kecil(10gr kebawah) karena tidak semua toko emas bersedia membeli LM dengan pecahan besar dikarenakan resiko emas palsu yg banyak beredar dan juga LM dalam pecahan kecil lebih fleksibel saat dijual kembali jika mungkin hanya membutuhkan tambahan sedikit dana untuk keperluan pribadi.

Walaupun begitu ingat jangan lupa akan kewajiban zakat atas harta anda, 
Allah SWT berfirman..

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari di panaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu di bakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka(lalu dikatakan) kepada mereka : Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At Taubah: 34-35).

 

Nishab zakat emas sendiri dijelaskan pada riwayat berikut 

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau memiliki 200 dirham dan telah melewati 1 tahun (haul), maka zakatnya adalah 5 dirham dan engkau setelah itu tidak ada kewajiban apapun atas 200 dirham tersebut, sampai engkau memiliki 20 dinar dan telah melewati masa 1 tahun, maka zakatnya adalah ½ dinar. Adapun kelebihan dirham atau dinar, maka patokannya adalah seperti tersebut di atas.” (HR. Abu Daud I/493 no.1573. dan hadits ini di-shahih-kan oleh syaikh al-Albani)

Apakah emas perhiasan wajib dizakatkan juga?
seperti yg pernah

diriwayatkan dari Asma’ binti Yazid Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Saya masuk bersama bibiku menemui Rasulullah SAW dan saat itu bibiku memakai beberapa gelang terbuat dari emas. Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada kami, ‘Apakah kalian berdua sudah mengeluarkan zakatnya?’ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Rasulullah SAW bersabda, Tidakkah kalian takut kalau bila Allah akan memakaikan kepada kalian gelang-gelang dari api neraka, tunaikanlah zakatnya!".


Apakah sama zakat emas perhiasan/yg dipakai dengan emas yg disimpan/ditabung?ada ulama yg berpendapat sama(sebesar 2,5?ri tiap 85gr emas/tahun) ada juga ulama yg berpendapat emas perhiasan/yg dipakai cukup dizakatkan sekali saja dengan besaran yg sama. Kedua2nya menurut saya sama baiknya jika ditunaikan dengan ikhlas sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas apa yg sudah diberikan olehNya.
Wallahu a'lam..

Terimakasih untuk wikipedia, geraidinar, dinarinvestama dan berbagai sumber lainnya di web,blog dsb yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu serta sedekah ilmu dari berbagai tukang, toko emas maupun Pegadaian..walaupun mungkin hanya sedikit semoga tulisan ini bisa bermanfaat dalam hal positif..Aamiin Yaa Rabbal 'alamiin..
Wassalamualaikum..

Reporter : Cinde Laras